Archive for July 10, 2010

Monday, December 17, 2007

Sumber:
Martir – Penderitaan dan kematian Rasul-Rasul Kristus
1. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia.

2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya di seret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.

3. Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yg belum mengenal Tuhan.

4. Yohanes di goreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih lanjut, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah di goreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dah diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yg bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.

5. Petrus telah di salib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasang berbeda, ialah seperti huruf X. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.

6. Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yg sama di mana setan membawa Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tersebut.

7. Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yg dipanggil, ia dipenggal kepalanya di Yerussalem. Pada saat-saat disiksapun, ia tidak pernah menyangkal TuhanYesus, bahkan ia berusaha berkhotbah trus, bukan hanya kepada tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yg menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia di hukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doa nya yg terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.

8. Bartolomeus yang lebih di kenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hancur dan terlepas.

9. Andreas juga di salib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum meninggal, ia di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yg telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti Yesus”.
Bahkan pada saat ia disiksapun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkhotbah sambil dihukum cambuk.

10. Thomas dilempar ke dalam perapian, tetapi karena masih tetap hidup, dia dihujani dengan tombak hingga mati. Dia mati di India.

11. Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

12. Matias, Rasul pengganti Yudas Iskariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.

13. Paulus disiksa degan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah yg paling lama mengalami masa siksaaan di penjara. Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.

Sumber:

http://pedson.blogspot.com/2008/01/isa-almasih-yesus-kristus-dalam-al.html

Isa Almasih (Yesus kristus) dalam Al Quran dan Hadits

  • Isa lahir dari Roh Allah dan Tanda Kekuasaan Allah yang besar untuk Alam Semesta= qs 21:91
  • Isa itu Roh Allah dan firmanNya = hadis Anas bin Mlik hal 72
  • Isa itu Rasul Allah dan FirmanNya = qs 4:171
  • Isa itu Jalan Yang Lurus supaya diikuti = qs 43:61 (bandingkan dgn qs 3:47-51)
  • Isa membawa terang supaya diikuti. Taat kepada Allah dan Isa = qs 43:63
  • Isa diberi mujizat dan Rohul Kudus = qs 2:253
  • Isa mengatakan perkataan yang benar = qs 19:24
  • Isa menyembuhkan orang buta sejak lahir, juga orang yang berpenyakit sopak, menciptakan burung, menghidupkan orang mati = qs 3:49
  • Isa menghidupkan orang mati dari kubur = qs 5:110
  • Isa terkemuka di dunia dan akherat = qs 3:45
  • Isa adalah satu-satunya Imam Mahdi = hadis ibnu majah
  • Isa lahir, mati dan dibangkitkan kembali = qs 19:33
  • Isa akan diimani oleh semua ahli kitab = qs 4:159
  • Isa itu hakim yang adil pada akhir zaman = hadis sohim muslim
  • Isa itu Yang Awal dan Yang Akhir = qs 57:3
  • hanya Isa yang sedari bayi tidak disentuh setan = hadis bukhari no 1493
  • Isa langsung berfirman tanpa perantara malaikat = qs 19:29-32
  • Isa diperkuat oleh Rohul Kudus = qs 2:87
  • Isa adalah Rahmat dari Allah dan tanda bagi manusia = qs 19:21
  • Isa adalah suci = qs 19:19-21
  • Isa memiliki pengetahuan Gaib = qs 3:49

Sumber:

http://pedson.blogspot.com/2009/05/mau-mengislamkan-teman-kristen-malah.html

Thursday, May 14, 2009

Saudara-saudaraku, saya ingin memberi kesaksian saya bagaimana Tuhan telah menyelamatkan saya dan memanggil saya secara khusus dan dengan kuasanya Dia memilih saya sebagai anakNya dan seterusnya sebagai hambaNya melalui berkat anugerahnya dalam Al-Masih Isa yang telah diberikan, bukan sahaja kepada saya tetapi sesungguhnya kepada seluruh dunia juga!

Saudara-saudari, satu daripada lagu yang telah saya gubah menyatakan bahawa di dunia ini ada ramai orang yang sedang mencari-cari keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Tetapi alkitab telah pun menyatakan bahawa hanya dalam Al-Masih Isa terdapat keselamatan untuk setiap jiwa di dunia ini! Dan melalui Isa sahajalah saya telah menerima rahmat dan berkat Tuhan serta jaminan kesejahteraan dunia dan di akhirat. Firman Tuhan yaitu Al-Kitab telah bersabda bahawa:

Berbahagialah orang yang mempercayai dalam Isa walau pun tidak lihatnya dengan mata sendiri.

Yohanes 20 : 29

Tuhan telah memanggil dan menyelamatkan saya, bukan melalui peristiwa-peristiwa atau kejadian ‘supernatural’ atau pengalaman yang ajaib yang menakjubkan! Kerana secara usaha manusia, adalah mustahil bagi saya menerima Kristus dan saya tidak mungkin menjadi seorang pengikut Al-Masih itu. Sebabnya ialah sejak taman asuhan kanak-kanak (Taska) lagi saya dibesarkan di pesantren (perkampungan di mana terdapat sekolah-sekolah agama dan madrasah Islam). Selepas itu saya telah dididik dan dibentuk selama enam tahun di sekolah pesantren itu dan telah menjalankan pendidikan saya dengan begitu baik. Setelah itu, keluarga saya telah berpindah, lalu saya pun melanjutkan pendidikan saya di sebuah pesantren lain selama tiga tahun lagi.

Sebagai satu contoh kecemerlangan saya di pusat pengajian Islam pesantren ini, pada tahun 1987, saya telah dipilih mewakili kota saya dalam pertandingan tilawah Al-Quran. Dan saya telah menjadi juara pertandingan itu! Dan pada tahun 1988, saya telah juga menjuarai pertandingan kaligrafi Islam, yaitu seni Khat Arab yang halus itu. Pada masa itu juga, kami telah menjadi juara pertandingan pidato bagimana berdakwah secara berkesan untuk Islam, bagaimana untuk berusaha, mencari, berkhutbah secara Islam dan berdakwah ajaran Islam kepada mereka yang bukan Islam.

Kemudian saya telah melanjutkan pendidikan saya lagi di sebuah institusi pengajian tinggi yang menyiapkan guru-guru agama Islam di kota kami. Di sini kami sebagai umat Islam amat mantap dan sangat percaya bahawa Islamlah yang paling benar, kerana selaras dengan ajaran Al-Quran bahawa: ‘Innadinna indallah-hiislam’ – ‘sesungguhnya agama yang benar disisi Allah ialah Islam’. Dan satu misi besar bagi kami ialah untuk berusaha mencari mereka yang masih belum memeluk agama Islam.

Kewajiban besar bagi kami di sekolah tinggi itu untuk memberi penjelasan kepada Islam bagi orang yang bukan Islam. Di sekolah itu juga, saya telah diberi ajaran bahawa, pada masa yang dahulu, berlakunya suatu Perang Salib, diantara umat Islam dan umat Kristian, dan dalam perang Salib itu umat Islam telah menang. Bagi saya, ini menunjukkan bahawa Islamlah agama yang benar. Kerana menurut ulamak dan kiyai saya, Tuhan berpihak kepada orang Islam, sehingga orang Islamlah yang menang dalam perang ini!

Ini juga telah meyakini saya dengan lebih dalam ayat Quran itu “sesungguhnya agama yang benar disisi Allah ialah Islam” dan saya dipacu dan didorong untuk mencari-cari meraka yang belum lagi mengenal Islam. Dan di kota saya, kumpulan yang terbesar sekali yang belum terima Islam ialah dari keturunan Cina-Tionghua. Oleh itu, saya amat rindu dan tergerak hati untuk mendakwahkan mereka. Menurut tanggapan saya, agama orang-orang Cina ini adalah salah dan mereka perlu mendengar utusan Islam. Meskipun begitu, saya amat berhati-hati semasa mendekati orang Cina kerana saya tahu yang makanan kesukaan mereka ialah daging babi. Sebagai ajaran Islam, daging itu adalah jenis najis mugholadhl’oh-yaitu najis yang terkotor sekali. Jika tersentuh, untuk membersihkan dari kekotoran ini, orang yang tercemar itu kena mencuci tujuh kali dengan lumpur dahulu selepas itu mesti cuci dengan air bersih sebanyak tujuh kali – barulah boleh dikira ‘suci’. Jadi, saya sebagai seorang Islam amat berhati-hati supaya tidak tersentuh dengan orang Cina.

Walaupun begitu, saya amat terdorong untuk berdakwah kepada orang Cina. Perbualan saya dengan mereka seringkali diselit dengan soalan-soalan seperti berikut:

“Hei kawan, mahukah anda dengarkan cerita dari saya? Saya ingin tanyakan anda-Apakah agama anda?”

Pada satu hari saya telah tanyakan seorang sahabat keturunan Cina saya soalan di atas. Maka kawan saya itu telah menjawab: “Agama saya Kristian”

Lalu saya berkata kepadanya: “Wahai kawanku, tahukah saudara bahawa amanat Kristian itu benar hanya untuk dua ribu tahun yang lalu? Pada saat Nabi Isa masih hidup, tetapi sekarang agamanya telah digantikan dengan agama yang baru dan seorang Nabi yang baru!” Yaitu Islam dan nabinya ‘Muhammad’.

Tetapi dia katakan : “Oh bagi saya itu tidak menjadi masalah, jika ada agama yang baru atau tidak …kerana bagi saya dengan IMAN saya pasti masuk syurga!

Apabila mendengar ini, saya telah amat terkejut…! Sebab selama 10 tahun saya belajar di sekolah agama pesantren dan selepas itu lebih empat tahun lagi di institusi perguruan tinggi Islam saya tidak pernah dengar bahawa masuk syurga itu pasti! Yang ada sahaja adalah kata-kata ‘Insyaallah…’. Yaitu “ad-dunia mazsira-tul akhirah” – yaitu Dunia ini adalah satu tempat berlumba-lumba untuk menuju ke Akhirat, dan untuk memasukinya pun dengan “Insyaallah'” sahaja. Tapi bagaimanakah saudara Kristian ini boleh kata, memasuki syurga baginya adalah pasti? Jadi saya menegurnya dengan soalan :

‘Wahai saudaraku, Sememangnya Syurga itu kepunyaan Bapamu, ke?’

Lalu dia menjawab : “Ya! Memangnya Syurga itu Bapaku punya.”

Saya amat terkejut dengan jawabannya itu dan terlintas di fikiran saya pada saat itu nas Al-Quran Surah al-Ikhlas ayat 6 : “Lam walid wa lam yulad” yakni “bahawa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan” dan di surah al-Jinn ayat 3 :”Bagaimana Allah boleh mempunyai Anak kalau Dia tidak mempunyai permaisuri?” Tetapi bagaimana sahabat Kristian ini sanggup mengakui Tuhan sebagai Bapanya sendiri? Kemudian saya tanyakan dia lagi: “Sememangnya Tuhan kamu Siapa?, dan namaNya Siapa?” Dia jawab dengan tenang: Tuhan saya adalah Yesus (Isa) – pada saat saya dengar kata-kata itu, emosi saya telah naik marah dan saya marah besar kepada dia. Kerana dia telah menyekutukan Allah, mengikut tanggapan saya. Ajaran saya selama ini yalah: “La-illah ha-ilallah” yakni “Tidak ada Tuhan kecuali Allah.” Tetapi bagaimanakah sahabat Kristian saya ini boleh kata Isa adalah Tuhannya! Jadi saya pun mengucapkan kepada kawan itu: “Lakum di-nukum al ya-din” – “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (Surah al-Kafirun 6).

Kemudian saya anggap pertemuan itu sudah selesai. Saya pun pulang ke perkampungan saya dan hidup saya kembali seperti biasa. Saya teruskan pengajian dan pencarian saya untuk kebenaran. Mahupun di Institusi Islam saya atau secara peribadi. Semasa saya lakukan pengajian saya itu dialog yang telah berlaku dengan sahabat saya di atas tidak tinggalkan fikiran saya.

Di mana dialog itu menggerakkan saya untuk mencari siapakah sebenarnya Isa Al-masih itu. Dan mengapakah umat Kristian boleh kata bahawa ‘dengan iman seorang itu pasti masuk Syurga’. Saya telah mencari buku-buku yang bercerita tentang Isa. Saya telah temukan satu Kitab yang ditulis oleh Kiyai Mundhir Dhan Nadzir yang berjudul Fa’firu Il’lallah (Jalan Menuju ke Allah).

Dalam Kitab itu ada menjelaskan tentang peristiwa di akhir Zaman. Di mana di dalamnya diceritakan di zaman akhir akan terjadi peprangan di mana-mana, kebuluran di mana-mana, gempa bumi di mana-mana, keributan terjadi di mana-mana dan banyak orang akan resah gelisah dan ketakutan. Dalam keadaan yang semacam itu, kemudian muncullah satu kuasa yang sungguh dasyhat, yang bernama ‘Dajjal’. Dan Dajjal ini sangat-sangatlah menakutkan. Di mana matanya satu, dan dia amat tinggi dan besar, sehingga lautan pun sejauh selangkah kaki sahaja baginya. Di tangan kanannya dia membawa Syurga dan di tangan kirinya dia membawa Neraka. Dajjal ini pergi kemana-mana untuk mencari penghuni-penghuni bagi Syurga dan Neraka yang dibawakannya. Padahal Syurganya adalah Neraka di mana penghuni-penghuninya akan disiksa kekal abadi dan selama-lamanya! Dia pergi ke mana-mana saja mencari jiwa-jiwa untuk memasuki Syurganya itu. Tetapi, pada saat yang terakhirnya datanglah Penyelamat yang akan menentang Dajjal yang sangat jahat itu. Saya amat terkejut dengan siapakah yang akan datang selamatkan Dunia ini dari cengkaman Dajjal ini – ISA AL-Masih sebagai Imam Mahdi sendiri!

Datanglah Isa al-Masih sebagai Imam Mahdi yang akan selamatkan Dunia dari kejahatan siDajjal! Dua kuasa yang timbul ini akan bertemu dalam satu pertembungan peperangan yang dahsyat antara Isa dan Dajjal itu! Saya amat kagum dan heran dengan apa yang terjadi selanjutnya. Semasa bertemu dengan Dajjal itu, Isa al-Masih berkata kepada bumi “Hai Bumi! Terbukalah..”. Maka dengan serta-merta Bumi pun terbuka dan Dajjal pun jatuh ke dalamnya dan terus terhimpit di dalamnya, lalu si Dajjal itu pun mati. Dari situ saya bertanya lagi : “Mengapakah masih ISA Al-Masih yang dapat mengalahkan Dajjal?” Kerana dalam foot-notenya buku ini, disebut bahawa Dajjal ini merupakan pergabungan segala kekuatan Iblis yang menjadi satu. Dan Dajjal ini akan menyesatkan ramai orang kedalam Neraka dengan kuasanya.

Soalan yang timbul di dalam fikiran saya ialah: Mengapa masih Isa Al-Masih yang dapat mengalahkan kuasa-kuasa Iblis ini? Mengapakah bukan Nabi Adam yang pernah temukan secara langsung dengan Iblis itu? Kenapakah bukan Nabi Nuh, Nabi Idris, Hud, Salleh dan nabi-nabi yang lainnya, dan bukan pula Nabi Muhammad yang dulu saya pernah menyanjungkan, muliakan dan impikan. Mengapakah masih Nabi Isa? Dalam kitab yang sama itu, muncullah cerita yang menjawab soalan-soalan yang runcing ini dalam jiwa saya. Setelah Hazrat Isa berkuasa selepas kekalahan Dajjal, maka terjadilah Hari Kiamat.

Pada masa Kiamat pula, semua jiwa manusia yang pernah hidup akan dikumpulkan di satu tempat yang bernama ‘Ara Mahsyar’ atau Padang Mahsyar. Mereka akan dikumpulkan di Padang Mahsyar ini untuk menunggu waktu penghakiman mereka, dimana satu-persatu mereka akan menghadapi seorang Hakim yang akan menghakimi setiap umat manusia. Mereka ini amat ketakutan saat ini kerana keadaan kepanasan yang amat sangat pada waktu itu. Mengikut gambaran Kitab itu, lantainya Padang Mahsyar adalah perak dan di atasnya pula terdapat Matahari yang boleh dijangkau dengan tangan manusia. Sehingga kepanasannya begitu teruk sekali dan membuat setiap manusia disana hancur menjadi air dan kemudian muncul lagi menjadi manusia; sehingga mereka ini semua berduyun-duyun mencari pembela mereka, supaya masalah mereka boleh cepat diadili.

Mereka bertemu dengan Nabi Adam, lalu menyeru kepada baginda:”Ya Nabi Adam, ya Nabi Allah-tolonglah cepat bela masalah kami!” Tetapi jawabnya Nabi Adam ialah : “Hai Umatku, aku tidak sanggup membela perkara kamu, kerana saya pun malu, saya pun harus mempertanggungjawabkan masalah saya sendiri di hadapan Hakim itu.” Kemudian mereka ke Nabi-nabi Nuh, Idris, Hud, Salleh dan kepada semua nabi yang lain untuk mencari pertolongan membela masalah mereka di hadapan Sang Hakim itu. Tetapi mereka semua pun tidak dapat tolong umat manusia itu! Kemudian mereka pergi mencari Nabi akhir zaman, nabi Muhammad. Mereka berseru:”Ya Rasullulullah, Tolong cepat bela masalah kami.” Lalu Muhammad menjawab mereka: “Wahai umatku, aku tidak boleh membela perkara kamu. Aku hanya boleh mendoakan syafaat bagimu sahaja…”. Tetapi Muhammad tidak dapat menentukan siapa diantara umatnya yang akan masuk Syurga atau Neraka. Keputusan muktamad dan terakhirnya hanya berada di dalam tangan Hakim yang akan menghakimi umat Manusia !

Saya amat terkagum dengan siapa yang menjadi Sang Hakim itu, saudara saudari, ternyata yang menjadi Penghakim adalah tidak lain dan tidak bukan : Isa Al-Masih. Soalannya sentiasa melintas difikiran saya : Mengapakah Isa Al-Masih lagi yang muncul menjadi Hakim ? Dialah yang menentukan mereka yang akan masuk syurga dan juga mereka yang akan masuk Neraka. Saya bertanya-tanya dan terus bertanya dan amat teringin mengetahui jawabannya. Dan kemudian saya mulai bertahajud, saya beristikhoro’ dan saya bersolat dan berdoa terus-menerus. Kerana saya tidak mahu berada di keadaan di tengah-tengah, dimana dosa dan pahala saya dihitung seimbang. Kerana saya tahu bahawa hidup di dunia ini hanya sementara, yang kekal hanya adalah di akhirat -syurga atau neraka. Yang menentukan kita masuk syurga atau neraka nanti adalah semasa kita di dunia hari ini.

Kemudian saya pun berdoa dan bersolat sambil mencari jawaban dan penyelesaian bagi soalan saya di atas. Saya telah menangis. Hati saya sentiasa mencari apakah hakikat yang sebenarnya tentang peranan besar yang dimain oleh Nabi Isa yang juga bergelar Al-Masih itu, dalam perkara Syurga dan Neraka. Selama tiga tahun saya telah bergumul dengan perkara yang penting ini, tiga tahun saya mencari-cari kebenaran siapakah sebenarnya Isa Al-Masih ini. Mengapa orang Kristian tetap yakin dengan iman mereka pasti masuki Syurga? Mengapa Tuhan umat Kristian adalah Yesus Kristus yakni Isa Al-Masih!

Tidak lama kemudian, saya diberi jawabannya. Tuhan telah bukakan mata dan hati saya kepada kebenaran – Siapakah sebenarnya Isa Al-Masih itu. Jawabannya datang dari ayat al-Quran Surah Al-Imran 3 ayat 45 :

“Malaikat berkata : Ya Maryam, sesungguhnya, Allah itu memberi khabar sukacita kepadamu, Maryam, dengan Firman yang dari Allah, Firman itu bernama Al-Masih Isa ibnu Maryam, yang berkuasa di dunia dan di dalam akhirat dan yang paling dekat dengan Allah…”

Sungguh indah hakikat ini. Firman Allah ini yang bernama Isa Ibnu Maryam yang berkuasa di dunia dan di akhirat. Alhamdullillah! Kesimpulannya dalam fikiran saya : Dia yang datang kali kedua, Dia yang mampu mengalahkan Dajjal, Dia yang akan menghakim umat manusia dan menentukan siapa akan masuk ke Syurga atau Neraka – memang itulah HAK Dia, sebab Isa ibnu Maryam itu berkuasa di Dunia dan juga di Akhirah!

Kemudian saya telah mencari sahabat Tionghua saya itu dan melaluinya saya memperolehi sebuah Al-Kitab yaitu sebuah Kitab Suci Injil (KSI). Saya telah cuba membaca KS Injil ini tetapi pada mula-mula saya takut lalu mengucap “ta’awuz” (nauzbillah…) sebelum membacakannya! Tetapi pada saat saya membukakannya saya telah merasa amat selesa sekali lalu saya bermula membaca dengan buku Kejadian.

Sungguh enak dan seronok sekali pembacaan saya itu! Kerana cerita dalamnya sangat jelas, dan kesinambungannya juga amat sempurna. Kronologinya sangat lengkap sekali dan berurutan! Dalam al-Quran tidak selengkap KS Injil. Kalau dalam Quran cerita Nabi Adam, terdapat di Surah Semut, Sapi Betina, Surah Labah-labah dan di Surah Guruh dsbnya, semuanya hanya secebis-secebis sahaja. Tetapi kesemuanya pun tetap tidak selengkap seperti Buku Kejadian dalam Al-Kitab!

Saya telah membaca selanjutnya Kitab Suci Injil itu. Semua cerita-cerita dalamnya amat cocok dengan ajaran dari kiyai-kiyai dan tokoh-tokoh Islam lain yang telah mengajar saya. Saya telah berusaha membaca dan memahami segala-gala yang terkandung dalamnya dengan hati dan fikiran yang terbuka sekali, dan Tuhan telah memperkenankan usaha pencarian saya itu.

Akhir kata, pada bulan Julai tahun 1991, sesudah bergumul selama tiga tahun dengan soalan-soalan saya, setelah memiliki dan membaca Kitab Suci Injil bagi diri sendiri, Tuhan telah memberkati saya dengan damai sejahtera dan keselamatanNya. Pada masa yang sama saya telah tertarik kepada sebuah lagu rohani yang memperingatkan saya tentang pencarian saya yang awal. Liriknya seperti berikut:

Sudahkah engkau siap sedia?
Menghadapi kedatangan Yesus kelak kembali!
Untuk mengangkat kita semua,
Yang sungguh-sungguh mengharap padaNya

Liriknya memperingatkan saya jika kita semua sudah siap menghadapi kembalinya Isa ke dunia ini. Hakikat ini ada juga diajar oleh agama Islam dan saranan untuk bersiap-sedia bagi kedatangan baginda kali kedua juga adalah sama. Sambil saya berfikir tentang persiapan saya, saya telah dinampakkan satu gambaran dosa-dosa saya yang sungguh besar sekali yang tidak mungkin dosa itu dapat diampuni. Tuhan telah menunjukkan dosa saya yang begitu besar sehingga mustahil bagi saya masuk syurga. Pada saat itu saya mulai menangis atas segala yang telah saya renungkan. Tetapi pada waktu itu juga Tuhan telah menunjukkan saya bagaimana Al-Masih Isa telah menjadi Penebus saya, dan bagaimana baginda telah menanggung hukuman bagi dosa-dosa saya -dan juga manusia sejagat-untuk kekal abadi! Sama seperti bagaimana anak Nabi Ibrahim telah diselamatkan daripada dijadikan korban sembelihan oleh penggantinya – seekor kibas yang telah disiapkan oleh Tuhan sendiri yakni penebusnya yang besar (fi’dia). Sesungguhnya peristiwa ini adalah satu gambaran nubuat yang Tuhan telah berikan kepada umatnya tentang kedatangan Isa al-Masih yang datang sebagai Penebus manusia yang kekal abadi!

Setelah saya sendiri telah meyakini penebusan hukuman dosa-dosa saya oleh korban yang telah dibayar oleh Tuhan sendiri -dengan nyawa Isa al-Masih yang sempurna, saya kini beroleh keyakinan juga untuk kedatangan baginda kembali ke dunia. Karena kini baginda bukan sahaja Sang Hakim yang adil itu, tetapi dia juga adalah Penebus dan Juruselamat saya untuk selama-lamanya! Halleluyah! Alhamdullilah!

Saya ingin sarankan kepada saudara-saudari yang dikasihi, kupaslah segala prasangka yang tidak berasas kamu terhadap Kitab Suci Injil. Bacalah Kitab Suci ini dengan fikiran yang terbuka. Tuhan akan memberkati saudara-saudari dengan anugerahNya yang maha suci dan indah! Saya ingin menutupi kesaksian saya dengan satu ayat daripada Kitab Suci Injil yang sungguh bermakna dan indah sekali:

“Kerana dengan rahmat Allah, kamu diselamatkan oleh sebab kamu percaya kepada Isa. Penyelamatan itu bukan hasil usaha kamu sendiri, melainkan dari kasih karunia Allah.”

Efesus 2 : 8-9

Semoga Tuhan memberkati pencarian saudara! Amin.