Yesus menjawab Pakar Hukum Taurat berkenaan BAGAIMANA MEMPEROLEH KEHIDUPAN KEKAL

Posted: July 11, 2010 in debat agama, dialog agama, islam, katolik, kristian
Luk 10:25  Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
  Luk 10:26  Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”
  Luk 10:27  Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
  Luk 10:28  Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
  Luk 10:29  Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
  Luk 10:30  Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
  Luk 10:31  Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
  Luk 10:32  Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
  Luk 10:33  Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
  Luk 10:34  Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
  Luk 10:35  Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
  Luk 10:36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
  Luk 10:37  Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Ulasan saya: Ini adalah pembacaan injil gereja katolik hari ini. Kotbah paderi @ (yang dinamakan homili dalam bahasa gereja katolik) sangat menarik. Menjelaskan satu-satu. Paderi memberi homili lebih kurang 15 minit dan semua umat mendengar penuh minat. Peristiwa itu masih relevan pada hari ini, kata paderi.

Saya teringat kisah-kisah benar tentang topik pembacaan. Dari katolik sendiri, dari umat protestant, dari agama non kristian juga. Saya teringat umat kristian sendiri yang tidak prihatin terhadap jiran atau sesiapa yang dijumpainya, saya teringat ada yang memilih-milih penjual semasa bercari sayur atau daging ayam di tamu, saya teringat seorang ibu muslim membelikan hadiah sempena kelahiran cahaya mata sahabat kristian, saya teringat yang sesama kristian sendiri tidak terfikir hal demikian. Hal yang lebih besar ialah, bagaimana jika umat islam berniaga, apakah umat kristian membeli? Atau jika umat kristian berniaga, apakah umat islam membeli? Di Sabah dan Sarawak tentu hal ini tidak sensitif tetapi di Semenanjung, agak sensitif.

Dalam konteks kenegaraan, bagaimana kalau sahabat kristian menjual produk fizikal atau digital secara online? Contoh: ebook informasi. Sahabat muslim belikah? Saya merasa kurang yakin. Petikan injil di atas boleh diajukan sebagai topik perbincangan. Renungan kristian mahupun umat islam. Lihatlah bagaimana orang samaria yang dianggap orang asing bagi kaum yahudi menunjukkan nilai-nilai kerohanian yang tinggi terhadap orang asing? Perbuatan begini sangat tinggi nilainya di syurga Allah (bukan kayangan ya?).

Comments
  1. pengikut cinta says:

    benda yang seindah ini tidak ada pula yang bising… diam bermaksud “setuju”

  2. mama says:

    Diam bukan tandanya setuju…

    Umat Islam Diam kerana Umat Islam tidak beriman dengan kata-kata atau pernyataan tersebut…
    Jadi..kami biarkanlah sesama kamu berbincang sesama kamu sendiri…tak perlu kami masuk campur…itu ajaran kamu….. itu kepercayaan kamu….

    Kami(umat Islam) menghormati apa yang kamu anuti….tetapi kami (umat Islam) TIDAK beriman dengan apa yang kamu anuti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s